Dicetak.com

Tips memilih penerbit buku satuan

Bagaimana memilih penerbit buku ? Ini tipsnya

Selesai menulis kamu saatnya masuk ke proses cetak buku. Disini kamu punya pengalaman baru untuk menerbitkan buku. Naskah milikmu akan diolah dan didesain lebih bagus dari sisi tampilan sampul dan layout isi buku, sehingga bisa dicetak menjadi buku yang layak dicetak.

Sebelum kamu berfikir bagaimana buku saya bisa terbit dan apa saja yang bisa memperbagus buku karya kita, ada satu hal yang harus kita persiapkan. Apa itu? Naskah yang berkualitas! Hanya kamu yang bisa menyiapkan itu, kualitas tulisan itu menjadi amunisi utama untuk merancang sebuat buku yang berkualitas.

Memilih penerbit memang banyak sisi yang bisa dikupas, misalnya:

  1. Mau pakai penerbit mayor atau minor?
  2. Kita hanya modal naskah aja atau sudah menyiapkan desain cover dan layout buku?
  3. Kita sudah siapkan jalur iklan dan distribusi naskah yang kita terbitkan atau belum?
  4. Kualitas material buku mau yang standar atau yang eksklusif?
  5. Karya kita ingin segera diterbitkan langsung atau waktunya longgar?

Apapun naskah yang kita tulis, pasti berkaitan dengan lima poin di atas.

Mau pakai penerbit mayor atau minor?

Menyerahkan naskah ke penerbit mayor/besar artinya naskah kita serahkan ke penerbit besar yang biasanya telah punya nama dan market sendiri. Jadi setelah naskah dicetak, buku akan dipasarkan melalui jalur marketing penerbit yang sudah tersebar di kota besar di indonesia. Kemudahan yang diberikan oleh penerbit mayor biasanya penulis tinggal pantau ringan saja, dan buku sudah didistribusikan oleh penerbit. Tentunya hanya naskah yang berkualitas dan lolos seleksi yang akan diterbitkan. Setelah terbit, penulis tinggal menunggu pembayaran royalti yang diberikan tiap 3 atau 6 bulan sekali.

Sementara itu, Naskah yang diserahkan di penerbit minor, hanya menyediakan layanan yang inti saja, dari persiapan naskah siap cetak sampai naskah siap didistribusikan. Jadi layanan yang diberikan lebih ringkas dan sederhana, Akan tetapi justru lebih mempermudah kita menerbitkan buku, waktu penerbitan lebih singkat. keuntungan yang lain, jumlah buku yang dicetak bisa disesuaikan, bahkan bisa dicetak satuan.

Kita hanya modal naskah aja atau sudah menyiapkan desain cover dan layout buku?

cetak buku satuan novel
cetak buku satuan novel

Menulis naskah memang membutuhkan keahlian khusus. Namun kalau kamu bisa mendesain cover dan layput isi bukumu sendiri, itu bisa menghemat biaya produksi bukumu. Banyak software yang bisa kamu gunakan untuk mempercantik tampilan bukumu, misalnya Adobe AI, InkScape, Afinity, CorelDraw atau software gratisan yang lain.

Kalau kamu belum punya keahlian desain, serahkan saja pekerjaan ini ke penerbit atau desainer lepas yang berpengalaman. Jangan lupa siapkan dana yang cukup untuk mendapatkan hasil desain dan layout isi buku yang berkualitas. Ada banyak desainer yang pasang tarif berbeda, tergantung tingkat pengalaman dan hasil akhir desainnya.

Jika kamu serahkan pekerjaan ini ke penerbit, biasanya biaya desain dan layout akan dimasukkan ke dalam paket penawaran penerbitan buku.

Kita sudah siapkan jalur iklan dan distribusi naskah yang kita terbitkan atau belum?

Penulis perlu membangun personal branding. Untuk apa? Supaya bisa jualan buku, hehe… Ga ada salahnya sedikit berbagi inspirasi di internet, website, maupun medsos pribadi, itu sangat penting dan bisa jadi jalur pemasaran buku yang diterbitkan. Kamu pun bisa juga melakukannya.

Membangun personal branding bisa dilakukan sendiri maupun memakai jasa pengelolaan akun medsos independen. Paket mulai Rp1,5 juta per bukan (mahal ga sih)? tapi kamu ga perlu repot untuk mengumpulkan follower dan menanggapi komentar mereka.

Distribusi juga bisa membuat landing page penawaran iklan di website maupun medsos. Lagi-lagi kalau kalian belum pengalaman dengan dunia iklan di internet, kalian bisa pakai jasa iklan dan pembuatan landing page.

Jangan lupa siapkan tim penjualan yang jago untuk menyapa calon pelanggan yang terjaring iklan yang kamu sebar.

Rumit-rumit puyeng bukan? Masak penulis harus mikir jualan buku? Lalu kapan nulisnya?

Kamu kalau belum siap untuk menjual buku karyamu, cari saja penerbit yang sudah punya jalur distribusi yang berpengalaman, naskahmu dijamin laris tanpa kamu perlu pusing memikirkan bagaimana cara untuk menjual bukumu.

Kualitas material buku mau yang standar atau yang eksklusif?

Buku yang murah lebih cepat laris daripada buku yang mahal. Untuk penulis pemula dan baru mulai membuka pasar sebaiknya mulai menjual buku dengan harga murah, modal rendah, jadi lebih cepat larisnya.

Namun untuk penulis yang sudah punya nama, personal brandingnya sudah bagus, dengan modal yang sama bisa dengan harga yang tinggi! Kenapa? yang dilihat isinya, bukan material bukunya.

Yang perlu diperhatikan oleh penulis adalah konsep buku yang lebih dimatangkan. Untuk segmen tertentu butuh buku dengan material yang istimewa, misalnya buku bacaan anak-anak, buku resep, ataupun buku ensiklopedi.

Karya kita ingin segera diterbitkan langsung atau waktunya longgar?

jasa cetak buku tulisan sendiri softcover hardcover jakarta
jasa cetak buku tulisan sendiri softcover hardcover jakarta

Penerbit mayor biasanya menyiapkan naskah sampai terbit butuh waktu berbulan-bulan. Review buku butuh 1-3 bulan, selanjutnya kalau lolos seleksi baru diterbitkan. Lama sekali bukan?

Untuk penulis yang hanya butuh naskah terbit ber-ISBN tidak perlu memilih penerbit mayor. langsung aja cari penerbit minor. Banyak sekali penerbit minor yang menyediakan layanan kilat dan bisa menyiapkan buku ber ISBN dalam waktu yang lebih singkat. Masalah biaya bisa ditanyakan ke masing-masing penerbit.

Demikian sharing dan sedikit tips memilih penerbit buku satuan. Semoga naskah kamu segera terbit dan bisa menjadi passive income yang menjanjikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.